Shalawat Wahidiyah


Shalawat Wahidiyah
Shalawat Wahidiyah adalah rangkaian do’a Shalawat Nabi (Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) sebagaimana tertulis di dalam lembaran Shalawat Wahidiyah, termasuk tata cara dan adab pengamalannya.

Bacaan Shalawat Wahidiyah
Membaca Shalawat Wahidiyah sesuai Mu'allif
Catatan: Klik disini - keterangan bacaan Mujahadah 40 hari dan 7/17.

Faedah Shalawat Wahidiyah
Faedah Sholawat Wahidiyah untuk Menjernihkan Hati dan Ma‘rifat Billah (sadar kepada Allah SWT) wa Rasuluhi SAW.
Bersabda Rosululloh : “Barang siapa membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Allah membalas shalawat kepadanya sepuluh kali; dan barang siapa membaca shalawat kepadaku seratus kali, maka Allah menulis pada antara kedua matanya : “bebas dari munafiq dan bebas dari neraka”, dan Allah menempatkannya besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para syuhada”
(Riwayat Thabrani dari Anas bin Malik) 

Mengamalkan Shalawat Wahidiyah
Boleh diamalkan oleh siapa saja; pria/wanita, tua/muda, aliran/golongan, dan bangsa manapun juga. Tidak pandang bulu, siapa pun boleh mengamalkan Shalawat Wahidiyah

Ijazah Shalawat Wahidiyah
Shalawat Wahidiyah telah diberi ijazah secara mutlak oleh mu‘allifnya yaitu AL MUKARROM ROMO KYAI HAJI ABDOEL MADJID MA‘ROEF, pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo kota Kediri, Jawa Timur, bahkan dianjurkan supaya disebarluaskan kepada masyarakat/khalayak ramai tanpa pandang bulu secara ikhlas dan bijaksana

Kandungan Shalawat Wahidiyah
  • Materi rangkaian do‘a Shalawat.
  • Etika/tata cara pengamalan Shalawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah.
  • Ajaran pokok Wahidiyah.
  • Perjuangan Wahidiyah
Rangkaian Do’a ShalawatWahidiyah
  • Hadiah/tawasul bacaan Al-Fatihah kepada Rasulullah SAW dan Ghoutsu Hadzaz Zaman wa A‘wanihi Radliyallaahu ‘Anhum
  • Shalawat Wahidiyah (ALLOOHHUMMA YAA WAHIDU..............dan seterusnya).
  • Shalawat Ma’rifat (ALLOOHUMMA KAMAA ANNTA..............dan seterusnya).
  • Shalawat Tsaljul Qulub (YAA SYAFIAL KOLQOSH..............dan seterusnya).
  • Nida kepada Rasulullah (YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH ).
  • Istighoutsah (YAA AYYUHAL GHOUTSU..............dan seterusnya).
  • Tasyafu‘an/memohon syafaat untuk diri sendiri, keluarga, dan umat masyarakat (YAA SYAFIAL KHOLQI HABIBALLOH..............dan seterusnya).
  • Doa shalawat yang berisi permohonan agar dalam waktu singkat ummat masyarakat sadar kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW, mohon ampun agar dimudahkan bersatu dalam fafiruu Ilallah (YAA ROBBANALLAHUMMA..............dan seterusnya).
  • Permohonan barokah untuk segala yang diciptakan oleh Allah SWT. (ALLOHUMMA BAARIK..............dan seterusnya)
  • Permohonan barokah dalam Mujahadah.
  • Istighroq.
  • Do‘a ajakan kepada masyarakat untuk Fafirru Ilallah (Larilah kembali kepada Allah SWT).
Rangkaian Shalawat Wahidiyah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW
"Apabila salah satu diantara kamu semua menghendaki permohonan sesuatu kepada Allah SWT, maka awalilah dengan memuji dan menyanjung kepada Allah SWT yang sepantasnya/sewajarnya, kemudian bacalah Sholawat kepada Rasulullah SAW dan mohonlah menurut kebutuhanmu, maka patutlah do’a itu dikabulkan oleh Allah SWT". 
Sejarah Lahirnya Shalawat Wahidiyah
Shalawat Wahidiyah lahir di pondok Pesantren Kedunglo kota Kediri Jawa Timur pada tahun 1963.

Shalawat Wahidiyah Diamalkan dan Diperjuangkan
  • Adanya kerusakan mental manusia, masyarakat dewasa ini telah di ambang pintu kehancuran, dilanda arus nafsu sehingga mereka tenggelam dalam lautan munkarot dari kebodohanya tentang kesadaran kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW. Sholawat Wahidiyah dan ajarannya telah dibuktikan keampuhannya mampu membawa masyarakat kembali kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW.
    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    "Akan terjadi di kalangan ummatku beberapa fitnah dan tidak ada yang selamat dari fitnah itu, kecuali orang yang (hatinya) dihidupkan Allah SWT dengan memiliki ilmu".
    Imam Turmudzi berkata: yang dimaksud ilmu oleh Rasulullah SAW, ialah ILMU BILLAH.
  • Shalawat Wahidiyah dalam cara mengamalkannya diatur praktis disertai dengan etika (adab) Ubudiyah kepada Allah SWT wa Rasulihi, simpel/efektif, efesien mudah dan ringan diamalkan.
  • Sesuai dengan maksud dan tujuan Pengamalan Shalawat Wahidiyah. Untuk menjernihkan hati dan Ma‘rifat Billah, sedangkan menjernihkan hati dan ma‘rifat Billah adalah wajib hukumnya.
  • Shalawat Wahidiyah dan kandugannya berdasarkan Al-Qur‘an dan Al-Hadit.
Landasan Pengamalan Shalawat Wahidiyah
Allah SWT berfirman :
‘‘ sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya (Nabi SAW.)
 Sabda Rasulullah SAW.:
‘‘Bacalahlah Solawat kamu sekalian kepada-KU, oleh karena sesungguhnya bacaan Shalawat kepada-KU itu merupakan penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian, dan barang siapa membaca Shalawat padaku satu kali Allah SWT memberi Shalawat kepadamu sepuluh kali‘‘

Tujuan Pengamalan Shalawat Wahidiyah
  • Ta‘dhim kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW, dalam kitab Sa'aadatud-daroin hal 373 disebutkan:"Sesungguhnya maksud dari membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW, hanya Ta’dhiman atau mengagungkan beliau beserta melahirkan butuh permohan Beliau untuk dimohonkan kepada Allah SWT dan Rahmat-Nya yang sesuai dengan makom kedudukan keluhuran Rasulullah SAW di sisi Allah SWT. Andaikata tidak demikian, maka Rasulullah SAW sama sekali tidak membutuhkan kepada Shalawat kita, karena Allah SWT telah melimpahkan bermacam-macam kesempurnaan kepada beliau yang tidak ada batasnya".
  • Meningkatkan rasa Mahabbah kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW dan mengikuti kepada Shalawat Allah SWT dan para Malaikat-NYA.Dalam kitab Sa'aadatud Daroini hal..530 diterangkan:
    "Sesungguhnya Rasulullah SAW itu kekasih Allah SWT, yang tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT, dan sesungguhnya Allah SWT dan para Malikat-NYA telah bershalawat kepada-Nya. Maka wajiblah mencintai kekasih Allah SWT dan Taqorrub/mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mencintai, mengagungkan serta menghaturkan Sholawat kepada kekasih Allah SWT dan juga mengikuti Shalawat-NYA (Allah) serta sholawatnya para Malaikatnya Allah.” 
  • Tujuan akhir dari pegamalan Shalawat Wahidiyah adalah Penerapan Ajaran Wahidiyah: LILLAH, BILLAH, LIRROSUL, BIRROSUL, LILGHOUTS, BILGHOUTS, YUKTI KULLADZI HAQQIN HAQQAH, TAQDIMUL AHAM, TSUMMAL ANFA, FAL ANFA / FAFIRRU – ILALLOH WA ROSULIHI SAW.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.